Mengetahui Tipe Kepemimpinan Dan Cara Mengembangkannya

Menurut John C. Maxwell, inti dari kepemimpinan adalah untuk memengaruhi atau mendapatkan pengikut. Keterampilan adalah kelebihan atau kecakapan yang dimiliki setiap orang untuk mampu menggunalan akal, pikiran, serta ide yang ada di dalam dirinya. Keterampilan ini sangat berhubungan dengan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah. Akal, ide, dan pikiran tersebut tidak hanya sebagai instrumen dalam mengerjakan sesuatu, namun dapat juga mengubah sesuatu menjadi hal yang bermanfaat atau menguntungkan. Keduanya tidak dapat diperoleh secara instan karena merupakan hasil dari proses belajar setiap individu.

Intervensi dan implementasi keperawatan pada tahap ini dilakukan untuk membantu klien beradaptasi terhadap budaya tertentu yang lebih menguntungkan kesehatan. Perawat membantu klien agar dapat memilih dan menentukan budaya lain yang lebih mendukung peningkatan kesehatan, misalnya klien sedang hamil mempunyai pantang makan yang berbau amis, maka ikan dapat diganti dengan sumber protein hewani yang lain. Konflik budaya, praktik budaya yang tidak sesuai, stress budaya dan budaya yang tidak sehat merefleksikan kekurangan tentang pengetahuan asuhan budaya untuk mnyediakan perawatan yang bertanggungjawab, aman dan sesuai dengan budaya.

Gaya kepemimpinan ini sangat efektif untuk situasi pekerjaan yang sulit, stress, membosankan atau situasi yang berbahaya. Prilaku pimpinan seperti ini sangat diperlukan dalam situasi dimana tugas atau hubungan fisik atau psikologisnya kurang baik. Pemimpin harus memiliki motivasi dari dirinya sendiri sebelum memotivasi yang lain. pemimpin yang dalam dirinya penuh motivasi akan berbeda dengan pemimpin yang menjalankan tugasnya karena terpaksa.

Mengetahui kemampuan diri kita sendiri untuk memimpin

Bukankah Anda yang sebetulnya perlu berusaha untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan bos Anda sendiri? Karena itu sebelum membuat komitmen untuk orang banyak latihlah diri Anda dengan membuat komitmen-komitmen sederhana. Karena kalaupun kita melanggarnya tidak akan ada yang tahu kecuali diri kita sendiri. Tapi pelanggaran komitmen tersebut perlahan-lahan akan menggerogoti kepercayaan diri Anda.

Prilaku pemimpin yang partisipatif mengharapkan adanya saran dari bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Iklim ini membuat bawahan merasa dihargai dan dianggap mampu oleh atasannya untuk berperan dalam pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan seperti ini, akan berdampak sangat positif karena hubungan antara pemimpin dan bawahan akan terjaga dengan baik.

Biasanya pemimpin yang memiliki tipe ini dianggap paling perfect dalam memimpin sebuah perusahan. Biasanya pemimpin strategis tidak hanya berasal dari orang-orang stage atas suatu perusahaan. Pemimpin ini biasanya dipilih untuk tujuan yang lebih luas agar bisa menciptakan kinerja yang baik untuk perusahaan. Kepemimpinan strategis ini biasanya dibutuhkan dalam masa transisi sebuah organisasi atau perusahaan, dan diharapkan dapat membantu secara efektif dalam masa transisi tersebut. Tingkat kematangan M3 (mampu tetapi tidak mau/ragu-ragu) maka gaya pemimpin yang tepat untuk bawahan seperti ini adalah Gaya Partisipatif, yaitu Saling bertukar Ide & beri kesempatan untuk mengambil keputusan. Karena setiap individu memiliki tingkat kemampuan dan motivasi kerja yang berbeda-beda.