Penjelasan Lengkap 5 Teori Keadilan Menurut Aristoteles!

Sedangkan kata “adil” dalam bahasa Indonesia bahasa Arab “al ‘adl” yang mempunyai arti “sesuatu yang baik”, “sikap yang tidak memihak”, “penjagaan hak-hak seseorang” serta “cara yang tepat dalam mengambil keputusan”. Dalam upaya menjelaskan kata keadilan dapat digunakan kata lain yakni sinonim seperti qisth, hukm, dan sebagainya. Sedangkan akar kata “adl” dalam berbagai bentuk konjugatifnya bisa saja kehilangan kaitannya yang langsung dengan sisi keadilan itu (misalnya “ta’dilu” dalam arti mempersekutukan Tuhan dan “adl” dalam arti tebusan). PARIS, SELASA — Hukuman berupa sanksi denda dan kewajiban perbaikan sistem lelang iklan terhadap Google diharapkan dapat mendorong keseimbangan pendapatan iklan pada media dan penerbit di tingkat negara-negara.

Keadilan yang ada dalam bisnis

Berbagai fasilitas fisik merupakan hal yang vital guna mendukung gerak roda pemerintahan, perekonomian, industri dan berbagai kegiatan sosial di masyarakat dan pemerintahan. Mulai dari sistem energi, transportasi jalan raya, bangunan-bangunan perkantoran dan sekolah, hingga telekomunikasi, rumah peribadatan dan jaringan layanan air bersih, kesemuanya itu memerlukan adanya dukungan infrastruktur yang handal. Prinsip kesetiaan selalu berkaitan dengan proses menjalankan sebuah bisnis yang dilakukan oleh pekerja, baik manajemen, atasan, dan bawahannya. Prinsip kesetiaan dapat diterapkan dengan cara kerja dan keseriusan dalam menjalankan bisnis yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Selain menerapkan etika bisnis, Anda juga harus menerapkan keuangan yang lebih baik.

Universal dalam penerapannya mempunyai arti tuntutan-tuntutannya harus berlaku bagi seluruh anggota masyarakat. Dapat diuniversalkan dalam arti harus menjadi prinsip yang universalitas penerimaannya dan dapat dikembangkan seluruh warga masyarakat. Agar dapat dikembangkan dan membimbing tindakan warga masyarakat, maka prinsip-prinsip tersebut harus dapat dimengerti oleh setiap orang. Masalah keadilan muncul ketika individu-individu yang berlainan mengalami konflik atas kepentingan mereka, maka prinsip-prinsip keadilan harus mampu tampil sebagai pemberi keputusan dan penentu akhir bagi perselisihan masalah keadilan. Prinsip keadilan yang dapat diterima seluruh masyarakat akan menjadi prinsip keadilan yang bukan sekedar lahir dari kata “setuju”, tetapi benar-benar merupakan jelmaan kesepakatan yang mengikat dan mengandung isyarat komitmen menjaga kelestarian prinsip keadilan tersebut.

Menurut Pemerintah, pemajakan atas penghasilan tidak didasarkan atas bidang usahanya, tetapi pada jenis penghasilannya. Oleh karena itu, dimungkinkan atas penghasilan yang berasal dari satu bidang usaha yang sama dapat dilakukan pemotongan atau pemungutan dengan tarif yang berbeda tergantung dengan jenis penghasilan yang menjadi dasar pengenaan pajaknya. Hal demikian justru telah mewujudkan nilai-nilai kepastian hukum dan tidak memberlakukan secara diskriminatif terhadap wajib pajak.

Misalnya seseorang dipaksa menjual hartanya, padahal ia masih ingin memilikinya dan menggunakannya. Contoh lain dalam kasus jual beli dimana seseorang membeli suatu barang yang pada akhirnya ia merasa teripu karena barang yang dibelinya itu ternyata palsu. Jual beli yang mengandung unsur tipuan itu dapat dibatalkan oleh pembelinya.